Pandangan: Life and Learning

Mar 14, 2018

Sebuah pandangan mengenai kehidupan, belajar dan organisasi. Serta sebuah harapan dan perjuangan.

 

Bertahun-tahun berkelana mencari makna. Jatuh pada pandangan,

 

Kehidupan adalah masalah mencari jati diri serta melakoninya, adalah masalah menutupi lubang, adalah masalah menjawab pertanyaan.

 

Belajar adalah sebuah proses untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut, ada proses menerima dan memberi disana.

 

Sebelum jauh berkelana dengan pandangan yang lain, harusnya kamu sudah merenungkan jati diri apa yang telah dipilih untuk dilakoni seumur hidup, iya jati diri itu dipilih. Menjawab masalah jati diri perlu perenungan yang tidak sesaat, perlu menyelam sedalam mungkin, what do you wanna be? what do you wanna do? Saatnya kamu berdamai dengan diri kamu sendiri. Semoga pilihan kamu tidak membuat kamu lupa untuk bahagia.

 

Masalah menutupi lubang dan masalah menjawab pertanyaan adalah wujud nyata bahwa kamu melakoni jati diri tersebut. Apa itu menutupi lubang? Titik, hanya sebuah kesepakatan, terlihat tidak memiliki lubang, tapi kamu tertipu, titik akan selalu memiliki lubang, ketika diperbesar titik pun adalah sekumpulan dari banyak titik yang bisa saja tidak merata di semua bagian, dengan kata lain akan selalu memiliki lubang. Tugas kamu untuk menutupi lubang tersebut. Dengan cara, menjawab pertanyaan. Apa itu? Ketika sesuatu berlubang, pasti ada masalah disana, ada sesuatu yang perlu diselesaikan, masalah tersebut yang akhirnya menciptakan sebuah pertanyaan, sebuah pencarian solusi, silakan jawab. Setelah proses tersebut selesai satu pertanyaan telah terjawab, satu lubang telat tertutupi, kamu telah melokoni jati diri.

 

Tapi ingat, banyaknya lubang adalah tak hingga, sebesar apapun usaha kamu untuk mendekati limit -akhir-, kamu tak pernah mencapai limit itu sendiri. Kamu diminta untuk selalu kontinu disana. Maka dari itu jangan biarkan pilihan kamu tidak membuat kamu bahagia.

 

Dengan banyak lubang yang tak hingga, tentu tak bisa kamu seorang diri menutupi semua lubang. Itu sebabnya banyak pilihan yang bisa dipilih sebagai jati diri, satu orang tidak bisa melakukan segala hal. Keanekaragaman yang akhirnya bisa membuat segalanya utuh, saling melengkapi, saling terhubung. Maka jangan khawatir kehabisan pilihan, pilihan itu pun tak hingga, karena bisa jadi banyak hal yang belum diketahui yang sebenarnya banyak hal bisa dipelajari disana, banyak hal yang bisa didapat disana.

 

Ketika kamu berhasil menjawab pertanyaan, let every one know you and about the damn thing that you've done. Tanpa sadar kamu telah membuat sebuah karya, sebuah pencapain baru dalam hidup kamu. Itu sebuah prestasi loh. Semoga kamu bahagia. Seharusnya kamu bahagia.

 

Bahagia disini jangan dianggap proses yang dijalani akan mudah, akan menyenangkan, sama sekali tidak. Kamu harus perang, bukan dengan orang lain, bukan dengan lingkungan kamu, tapi dengan diri kamu sendiri. Melawan segala godaan yang membuat kamu lupa untuk berjuang. Setiap pribadi akan didatangi masalah, akan dihampiri ketakutan, tapi pilihan kamu untuk menghadapi masalah tersebut atau tidak, pilihan kamu untuk melawan ketakutan tersebut atau tidak. Tidak perlu berekspektasi bahwa masalah kamu akan berakhir, tidak akan pernah, tapi kamu akan semakin terbiasa untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah kamu bukan mengoleksi masalah, tentunya ketika kamu memilih menghadapi masalah kamu. Tidak perlu berekspektasi bahwa ketakutan kamu akan hilang dengan sendirinya, itu akan selalu ada, tapi kamu akan selalu terlatih untuk mengontrol respon dari rasa takut tersebut ketika kamu memilih untuk melawan bukan tenggelam bersama ketakutan kamu. Kamu belajar untuk mentoleransi rasa sakit atau takut tersebut.

 

Ada satu media yang bisa dimanfaatkan, yaitu organisasi. Kamu tentu sering bertanya apa sih yang saya dapat ketika bergabung di suatu organisasi. Ingat soal memberi dan menerima. Ingat soal hak dan kewajiban. Ketika kamu terlibat dalam suatu organisasi kamu tentu memiliki tanggungjawab yang harus dilakukan, akan ada banyak waktu, pikiran, perasaan yang dibuang hanya untuk menggugurkan kewajiban itu. Tapi kamu juga berhak untuk mendapat feedback. Apa itu? Penanaman dan pembentukan karakter. Tapi itu terjadi ketika kamu telah menunaikan kewajiban kamu dengan baik.

 

Penanaman dan pembentukan karakter yang seperti apa, pada umumnya adalah self dicipline, team work, time management, problem solving, logical thinking, leadership, dan banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu per satu.

 

Dan yang harus kamu sadari adalah karakter tersebut yang dibutuhkan untuk melakoni jati diri. Jadi manfaatkanlah media tersebut untuk kamu membentuk karakter, tidak terlihat, namun akan terasa ketika melakoni jati diri, ada keuntungan besar dari karakter yang dulu dibentuk dalam menjalani jati diri.

 

Ada alasan atas terpilihnya suatu jati diri. Itu yang harus diperjuangkan.

Akhir kata. Everything is connected.


Tulisan pertama. Ditulis pada 6 Januari 2016.

Life

Contact me