Pandangan: Pendidikan adalah Pondasi Kehidupan

Jan 28, 2019

Ketika bicara soal pendidikan yang biasanya ada di pikiran adalah sekolah dan belajar. Aku pernah membahas mengenai belajar disini. Kali ini aku ingin membahas mengenai sekolah.

 

Aku setuju jika kita menggunakan Socrates Method di sekolah.

 

The Socrates Method is a form of cooperative argumentative dialogue between individuals, based on asking and answering questions to stimulate critical thinking and to draw out ideas and underlying presumptions.

 

Bisa dilihat bahwa dengan menggunakan Socrates Method, kita mulai dengan mempertanyakan sebuah ide dan mencoba menjawab ide tersebut. Jika ini diimplentasikan di sekolah, misal pada suatu mata pelajaran, membahas salah satu teori. Dimulai dari ide, lalu kita gali asal muasal dibalik teori tersebut, hingga akhirnya muncul teori tersebut. Terbayang bahwa ini akan jadi lebih menarik. Kita dipicu untuk berpikir bukan hanya mengingat. Buatku ini mempunyai efek yang jauh lebih baik. Kita dilatih untuk berpikir kritis, disadarkan bahwa apapun yang dipelajari erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari.

 

Disini sekolah bertujuan untuk mengenalkan apa saja isu-isu, ide-ide atau teori yang ada di kehidupan ini, dalam bentuk berdialog, dibantu dengan tutor. Proses belajar dilakukan secara dua arah. Terlepas benar atau salah. Buatku, saat belajar, salah adalah hal yang wajar. Apalagi dengan adanya dialog, kita bisa diskusikan dimana letak kesalahannya dan apa yang benar. Sekalipun apa yang dianggap benar bisa saja sudah tidak relevan di masa depan, tapi dengan dilatih berpikir bukan menghafal, itu bukan masalah.

 

Harapannya dengan cara begitu, siswa bisa merasakan proses belajar yang lebih menarik, mereka menemukan apa yang paling menarik untuk mereka atau bahkan tujuan mereka di masa depan. Ini adalah modal penting untuk fase kehidupan selanjutnya -salah satunya adalah kuliah-, kontinu belajar di bidang yang mereka pilih atau gemari. Mereka sudah melewati proses pencarian tujuan di sekolah. Mereka bisa lebih fokus pada pendalaman bidang, mengisi kekosongan pengetahuan di bidang tersebut dan memperkuat pengetahuan di bidang tersebut.

 

Jika itu dilakukan secara kontinu, misal dalam kasus kuliah, skripsi harusnya bukan jadi hal yang begitu menyeramkan, karena selama belajar mereka mulai mengenali masalah yang ada di bidang tersebut, dan berpikir untuk menyelesaikan masalah itu sendiri. Jika itu tercapai, mereka sudah masuk ke fase selanjutnya, yaitu karya nyata. Skill hanyalah hasil dari proses belajar yang dilakukan secara kontinu. Ini urutan ideal menurutku:


pengenalan  menemukan tujuan  belajar secara kontinu ● karya nyata  ahli


Buatku, dua tugas utama sekolah adalah mengenalkan dan juga mengarahkan. Ini yang aku sebut pendidikan adalah pondasi kehidupan, dan apapun yang dilakukan selanjutnya akan jadi jauh lebih terarah.


Ditulis pada 28 Januari 2019.

Learn Life

Contact me